Kaskus: Dari Tugas Kuliah, Menjadi Situs Jual Beli Favorit

Anda termasuk account di KasKus? Andrew Darwis tentunya bukanlah nama yang asing lagi.

Di tangannya, KasKus yang awalnya dirikan hanya karena tugas kuliah, kini telah menjadi komunitas online terbesar di Indonesia dengan jumlah member mencapai 3,2 juta pengguna.

Tahun 1999, saat masih berkuliah di Amerika Serikat, Andrew Darwis bersama rekannya mengembangkan KasKus. Saat itu, tanpa pemasukan sama-sekali. Maklum saja, pembuatannya bermula dari tugas kuliah.

Diawal berdirinya Kaskus, terdapat Forum BB17 singkatan dari Buka-Bukaan 17 untuk konten dewasa dan Forum Fight Club yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan) merupakan kanal-kanal favorit warga KasKus yang biasa disebut KasKuser.

KasKus sendiri merupakan kependekan dari Kasak-Kusuk atau bermakna bergosip, yang sejak awal telah diniatkan sebagai forum yang membebaskan semua anggota untuk berekspresi.

"Jadi selama 8 tahun pertama itu lumayan berdarah-darah, kita tak ada keuntungan, tapi kita senang karena website itu membawa keuntungan banyak orang lain," ungkap Andrew sebagai diberitakan BBC Indonesia.

Sejak didirikan tahun 1999, sekarang KasKus punya anggota sekitar 3 juta orang dan setiap satu bulan bisa meraup keuntungan sekitar satu miliar rupiah dari pemasukan iklan.

Namun seperti dikutip dalam wawancara dengan biscom.web. id, Andrew tidak hanya melihat kemajuan dan pencapaian KasKus hanya dari jumlah member, tetapi sejauh mana situs ini bisa bermanfaat bagi usernya.

Dicontohkan, salah satunya adalah kisah sukses beberapa KasKuser yang menjual produk mereka di FJB (forum jual beli). Jumlah member KasKus hingga saat ini persisnya mencapai 3.272.479. “Mungkin angka ini tidak mempresentasikan jumlah anggota yang sebenarnya karena ada yang account-nya yang sudah mati atau bahkan satu orang memiliki puluhan account.

Ada juga yang bukan anggota KasKus tetapi rajin membaca thread di KasKus,” ujar Andrew.

Hingga saat ini, tercatat mencapai 9,2 juta IP address yang masuk ke KasKus.

Sesuai perkembangannya, KasKus yang memiliki slogan The Largest Indonesian Community, berevolusi dari portal berita, dan forum  komunitas, lalu  berubah menjadi forum jual-beli, dan kini menjadi situs e-commerce.

Dikelola dari Amerika Serikat, situs itu semula memang berisi berita atau informasi tentang Indonesia yang disiapkan untuk konsumsi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Tetapi itu semua berubah, ketika perkembangan internet di Indonesia mulai berkembang pesat, yang membuat Andrew memilih pulang dan bertekad mengembangkan bisnis online.

"Jadi, memang passion itu penting, tapi untuk menjalankan bisnis, itu membutuhkan profit, dan juga membutuhkan uang untuk mengembangkan bisnisnya," ungkap peraih penghargaan The Online Inspiring Award 2009 dan beberapa penghargaan lainnya ini.

Pilihan Andrew terjun total ke dunia bisnis online tidak terlepas dari kehadiran Ken Dean Lawadinata dan Danny Wirianto yang kelak ikut membesarkan pula Kaskus melalui bendera PT Data Media Indonesia yang didirikan tahun 2008.

Melalui berbagai upaya yang tidak mudah, pengelola portal ini kemudian mampu menggaet pengunjung -- yang belakangan menjadi anggota (member) -- dan akhirnya mengundang perusahaan-perusahaan untuk memasang iklan di situs mereka.

Di sisi lain, Andrew dan rekan-rekannya juga mengubah isi portal miliknya, termasuk menutup konten pornografi. “Sesuai perkembangan, Kaskus berevolusi dari portal berita, lalu jadi komunitas forum. Dan, kemudian dalam perjalanannya berubah jadi forum jual-beli, menjadi e-comerce,” ungkapnya.

Kini, Kaskus dikenal sebagai portal yang memberi tempat terbesar pada forum jual-beli barang.

“Inilah yang akan menjadi fokus Kaskus ke depan,” kata Andrew.

KasKus mulai berkembang sejak tahun 2004.  “Saat itu, kami melakukan pembelian sebuah server seharga 2000 dollar AS melalui tawaran dari kartu kredit. Hingga sekarang, KasKus memiliki 98 hingga 250 server di tahun ini dan memiliki tim dengan 40-100 karyawan serta 200 moderator,” ujar pria berusia 32 tahun ini.

 
Suntikan Modal Baru

Awal tahun 2011, suntikan modal baru diperoleh Kaskus dari Grup Djarum, melalui anak usahanya Global Digital Prima Venture. Tidak pernah diketahui berapa besar kucuran modal itu, tetapi menurut Andrew, tambahan modal itu dibutuhkan untuk mengembangkan portalnya menjadi e-comerce.

"Karena saat ini para programer Indonesia itu pintar-pintar, tapi begitu lulus, mereka tak tahu perusahaan website mana yang bisa menerima mereka," ujar Andrew.

Dari tambahan modal itu, menurutnya, Kaskus akan menambah server menjadi total 250 unit, menargetkan menambah personil sampai 100 orang, serta pindah ke kantor yang lebih besar dalam waktu dekat. "Karena kita mau mengembangkan Kaskus ke tingkat lebih jauh lagi," kata Andrew.

Jika semua itu terealisasi, Andrew kelak ingin merekrut sebanyak mungkin programer Indonesia.

"Karena, saat ini para programer Indonesia itu pintar-pintar, tapi begitu lulus, mereka tak tahu perusahaan website mana yang bisa menerima mereka," ujar lulusan Art Institute of Seattle, Amerika Serikat (2003), jurusan multimedia dan disain portal ini.

Kebanyakan mereka disebutnya kemudian memilih bekerja di perusahaan-perusahaan website internasional. "Nah, saya ingin sekali bikin lokal brand Kaskus," kata pria kelahiran 20 Juli 1979 ini.

Terhadap kehadiran portal baru yang isinya mirip Kaskus, Andrew memandangnya dari kacamata positif. Andrew Darwis mengaku modal baru dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis onlinenya.

Menurutnya, kehadiran pendatang baru itu justru bagus untuk industri internet, yang dianggapnya bisa mengedukasi market internet semakin besar.

Di zaman internet sekarang, tidak mungkin hanya satu website, kata Andrew.

"Kehadiran portal baru itu akan menarik pengguna internet untuk lebih mengakses internet. Dan itu artinya market pangsa pasar pengguna internet makin besar akhirnya," tandasnya, menganalisa.

Hanya saja menurutnya, yang belum dimiliki para pendatang baru itu adalah jumlah anggota -- yang tidak sebanyak dimiliki perusahaan portalnya. "Ini keunggulan kita," tandas Andrew. biscom, bbc

Sumber Inspirasi : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=3c172a92967fe37056287b3883499ab4&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5 dengan judul "Dari Tugas Kuliah, Kini Situs Jual Beli Favorit"