Pendidikan Karakter Ala SMAN 1

Keberhasilan pembangunan tidak sekadar ditentukan potensi kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Yang lebih penting, kualitas sumber daya manusia (SDM) selaku subjek pembangunan. Mereka adalah manusia-manusia berkarakter.

Menjawab tantangan tersebut, SMAN 1 Padangpanjang mendirikan lembaga Generasi Muda Muslim Madani (GM3). Lembaga yang didirikan tahun 1998 ini, berfungsi mengasah iman dan takwa siswa menjadi manusia berkarakter.

Karena keterbatasan anggota, tahun 1998 tersebut, GM3 tidak banyak program. 10 tahun kemudian, tahun 2008, barulah GM3 menyusun sejumlah kegiatan untuk pembinaan imtak.

Ketua GM3 SMAN 1 Padangpanjang, Yonhendril menyebutkan, program GM3 memiliki konsep pembelajaran yang menarik. “Ini agar siswa tidak bosan dan tak merasa didoktrin oleh si pemberi materi.

Salah satu contohnya, metode dengan pola layanan kelompok belajar (mentoring), siswa akan selalu mendapat pembinaan dan pengawasan. Setiap minggu, kita evaluasi dengan menggunakan lembaran khusus,” tambah Hendrison.

Banyak kegiatan yang dirancang GM3 untuk membangkitkan kesadaran siswa, untuk merasakan indah dan nikmatnya Islam itu.

“Kita ingin siswa dapat merasakan setiap kegiatannya bernilai ibadah. Seperti senam pagi, sebelum memulai kegiatan belajar, mereka sudah mendapatkan nilai ibadah. Musik yang didengarkan dalam senam adalah nasyid,” terangnya.

Penerapan metode GM3 ini berlandaskan tiga implementasi agar timbulnya nilai-nilai kesadaran. Yakni menimbulkan kesadaran pentingnya kebersihan akidah, kebenaran ibadah dan kebaikan akhlak. “Kegiatan lainnya seperti outbond, Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit), latihan dasar kepemimpinan, kemah Islami, hiking Islami dan study tour Islami. Intinya, GM3 mewujudkan sisi-sisi ibadah dalam setiap kegiatan, sekalipun bermain di lapangan,” ungkapnya.

Di era digital apa pun informasi mudah diakses. Ini ancaman bagi generasi muda bila memiliki benteng pertahanan imtak yang lemah.    

“Untuk itu, generasi muda perlu dibekali kecerdasan intelektual maupun spiritual sehingga tumbuh menjadi pribadi berkarakter dan memiliki sikap, jati diri dan tanggung jawab selaku generasi muda penerus  bangsa,” pungkasnya.

Republish : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=23969